Penyu, enggan singgah lagi di Pantai Lampung Barat. Pasalnya, kondisi pesisir Lampung Barat yang tak lagi bersahabat. Dimana "Sejumlah area hijau dari garis pantai hingga jarak 10 meter dari daratan banyak yang rusak. Salah satu penyebabnya karena telah mengalami alih fungsi menjadi permukiman," kata Direktur LSM Mitra Bentala, Herza Yulianto, di Bandar Lampung.
Panjang garis pantai di kabupaten itu adalah 210 km atau sekitar 19 persen dari garis pantai di Provinsi Lampung, serta luasnya 1.105 kilometer persegi dengan potensi lestari hasil laut (ikan, lobster, tuna, penyu) mencapai 90.000 ton per tahun.
Selain rusaknya area hijau, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap biota penyu, pengawasan dan penegakan hukum di bidang perikanan, serta lemahnya koordinasi antar-stake holder turut menjadi penyebab berkurangnya populasi penyu.
Padahal, "Penyu yang mendarat di pantai Lampung Barat merupakan habitat terbesar di dunia dan jumlahnya terus menurun dari tahun ke tahun," imbuh Herza.
"Kita dan DKP, sebagai pemilik kebijakan setempat, akan melakukan survei dan penelitian tentang jumlah pasti habitat penyu di Pesisir Lampung Barat untuk menjadi pijakan dasar dalam melakukan langkah pelestarian selanjutnya," tambahnya lagi.
Meskipun habitat penyu terus menurun namun Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung Barat belum memiliki data valid yang up to date. Mengenai jumlah terkini habitat penyu tersebut.
Menurut data tahun 2006. Ada empat jenis penyu yang biasa mendarat di pesisir Lampung Barat dan jumlahnya pun tinggal 165 ekor. Penyu-penyu tersebut terdiri atas penyu hijau 30 ekor, penyu sisik 30 ekor, penyu belimbing 15 ekor, dan penyu lekang 90 ekor.