
KEMACETAN DI JAKARTA MEMATIKAN!
Kemacetan parah di Jakarta, dapat mengakibatkan kematian. Pasalnya kemacetan bisa menyebabkan stres. Hingga akhirnya memicu serangan jantung yang berujung kematian.
Selain itu, kemacetan di Jakarta juga dapat menimbulkan aneka penyakit. Karena menghirup asap knalpot. Pasalnya, emisi CO2 di Jakarta telah mencapai 38.322,46 ton per hari nya, kata Dosen arsitektur Lanskap universitas Trisakti Iwan Ismaun.
Parahnya lagi, asap knalpot yang dihasilkan dari kegiatan transportasi. Telah menyumbang 80 persen dari total pencemaran udara yang terjadi di Jakarta. Kata Guru Besar fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Prof Dr Umar Fahmi Achmadi MPH PhD. “Polutan yang mencemari udara dapat menimbulkan aneka penyakit. Diantaranya, asma, bronkitis, Pneunomia, serta kardiovaskuler sistem syaraf dan liver-ginjal”.
Sementara itu, Pengamat Lingkungan dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Firdaus Ali menyinggung kurangnya ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di ibu kota. Semakin memperparah keadaan. Karena banyak polutan yang tidak terserap. Oleh karenanya, “Untuk mengatasi pencemaran tersebut, Jakarta membutuhkan RTH seluas 32,04 persen dari total luas Jakarta sebesar 65.000 hektar”.
Last Updated on Tuesday, 10 August 2010 12:10





















JAKARTA – Anak usaha PT Bukit Asam Tbk, PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), telah menda...
greenmining-review- Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai potensi sumber daya mineral...
Greenmining* Kementerian BUMN menargetkan laba bersih BUMN sektor pertambangan mencapai Rp4,94 tril...
greenmining-info-BHP Billiton mengumumkan pihaknya telah menandatangani perjanjian dengan Pemerintah...

