You are here: Home Green news Green features Investigation CARBON TRADING HANYA UNTUNGKAN NEGARA MAJU

CARBON TRADING HANYA UNTUNGKAN NEGARA MAJU

E-mail Print PDF

Carbon trading, atau perdagangan karbon belakangan kerap dibincangkan banyak orang.  Namun tak banyak yang membahasnya dengan tuntas.  Demikian ungkap Deputy Director Walhi nasional, Ali Akbar pada diskusi ”perdagangan karbon, siapa untung?” di Sekretariat Yayasan Telaga Bijak, Jl Dewi Sartika No. 201 Cawang Timur Jakarta.

Senada dengan Ali Akbar, anggota IV BPK Bid. Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Ali Masykur Musa, Dr.  menegaskan.  Carbon trading perlu dibahas karena tiga alasan.

Pertama, meski menjadi isu populer namun tidak banyak orang yang mengetahui isi dan agenda carbon trading.  Kedua, sangat menggiurkan dari sisi nilai ekonomis.  Karena dana sebesar US$ 1,43-7,14 miliar bisa diperoleh melalui jalur Kyoto atau US$ 2,62-13,11 miliar jika melalui non Kyoto.  Angka menggiurkan tersebut tentu saja mendorong para pelaku pemburu rente dalam carbon trading.  Mulai dari pelaku usaha hingga broker.    Ketiga, sebagai negara yang telah meratifikasi protokol Kyoto, Indonesia seharusnya mempunyai posisi tawar yang kuat dalam carbon trading.  Karena luasnya hutan tropis yang dimiliki.  Namun dalam realitasnya, Indonesia justeru tak berdaya.

Menurut Ali Masykur Musa, hal itu terjadi karena Indonesia Masuk dalam “permainan” carbon trading tanpa strategi.  Akibatnya Indonesia hanya menjadi “closet”, dari kotoran yang dibuang oleh negara-negara maju dalam carbon trading tersebut.

Carbon trading sendiri, adalah salah satu mekanisme yang diadopsi oleh protokol Kyoto (1997) untuk mengurangi dampak pemanasan global.  Mekanismenya melalui REDD (reducing emissions from deforestation and degradation), dimana negara penghasil emisi dapat “membeli” stok karbon (yang tersimpan di pohon/vegetasi/lahan gambut) dari negara-negara yang memiliki hutan tropis.  Tujuannya tidak lain untuk menyerap emisi gas rumah kaca yang terperangkap di atmosfer.

Dalam praktiknya, carbon trading dilakukan melalui perdagangan emisi dan perdagangan kredit berbasis proyek.  Perdagangan emisi berarti negara penghasil emisi membeli stok karbon dari negara penyerap emisi sesuai dengan jumlah karbon yang disumbangkannya ke udara.

Sementara kredit berbasis proyek, bermakna negara penghasil emisi mendanai proyek-proyek ramah lingkungan di negara lain untuk dikreditkan dengan jumlah karbon yang dilepaskannya ke udara.

Semua tampak mulia, imbuh Ali masykur Musa.  Dimana negara maju hendak mencitrakan dirinya sedang bertobat untuk mengurangi pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca yang dihasilkannya.  Dengan memberikan sejumlah dana, bagi negara yang masih memiliki hutan tropis sebagai kompensasi telah menjaga hutannya.

Padahal, carbon trading telah mereduksi agenda penyelamatan bumi menjadi transaksi jual-beli yang sarat perburuan rente.  Karena melalui carbon trading yang digagas oleh Amerika Serikat pada tahun 1994 membuat kewajiban negara maju untuk mengurangi emisinya menjadi hak untuk membeli karbon.

Ini lah ironisnya, sementara negara maju tetap bisa memacu aktivitas ekonomi industrinya yang merusak.  Negara yang memiliki hutan, dan biasanya masih negara berkembang seperti Indonesia justeru harus mengeremnya.  Parahnya lagi, belum lagi menerima uang kompensasi yang tak seberapa, Indonesia bisa terancam denda dan disudutkan sebagai negara yang tak mampu menjaga hutannya meski telah dibantu, tandas Ali Akbar.  Akibat dari ketatnya sejumlah prosedur yang semuanya diatur oleh negara pembeli dalam carbon trading.


AddThis
Last Updated ( Monday, 02 August 2010 18:15 )  
MEET & GREET DI TWNC
MEET & GREET DI TWNC
Sepuluh menit menjelang waktu berbuka puasa.  Tanggal 26/8, kira-kira 3,5 jam setibanya di TWNC (Tambling ...
223
HABITAT PENYU PUN DIJARAH MANUSIA
HABITAT PENYU PUN DIJARAH MANUSIA
Penyu, enggan singgah lagi di Pantai Lampung Barat.  Pasalnya, kondisi pesisir Lampung Barat yang tak ...
55

MAHASISWA IPB OLAH LIMBAH
MAHASISWA IPB OLAH LIMBAH
Mahasiswa IPB berhasil mengolah limbah, yang biasanya dibuang dalam proses pembuatan agar-agar jely.  Kurang lebih “56 ton dari 80 ton bahan baku, untuk pembuatan agar-agar ...
TEMUAN MAHASISWA ITS, SOLUSI IMPOR BBM
TEMUAN MAHASISWA ITS, SOLUSI IMPOR BBM
Indonesia kini menjadi negara pengimpor BBM.  Setelah sebelumnya sempat menjadi pengekspor.  Pasalnya pada Maret 2008.  Kebutuhan BBM Indonesia telah mencapai 1,3 juta ...
BIOREMEDIAL, BASMI PENCEMARAN
BIOREMEDIAL, BASMI PENCEMARAN
Tim peneliti Indonesia, memperkenalkan Teknologi bioremedial ...
BIOREMEDIASI IPB, NETRALKAN AIR ASAM TAMBANG
BIOREMEDIASI IPB, NETRALKAN AIR ASAM TAMBANG
Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB, ...
LISTRIK ORGANIK
LISTRIK ORGANIK
Sepertinya tidak lazim, untuk menyebut ada listrik ...
ROCK MELON DARI SIRSAT FREEPORT
ROCK MELON DARI SIRSAT FREEPORT
Greenmining - FREEPORT - Rock melon atau melon kuning ...

REKLAMASI TANPA TANAH PUCUK PT LANINDO
REKLAMASI TANPA TANAH PUCUK PT LANINDO
Reklamasi lahan tanpa tanah pucuk, sepertinya mustahil.  Karena Lapisan yang disebut tanah pucuk ini biasanya kaya akan unsur hara.  Dimana tanaman bisa tumbuh subur. ...
PUPUK ORGANIK PT. GREEN PLANET
PUPUK ORGANIK PT. GREEN PLANET
Subur Ijo® adalah pupuk organik, berbentuk butiran dengan kandungan unsur hara lengkap dan Kapasitas Tukar Kation tinggi yang akan meningkatkan unsur hara yang dapat disediakan ...

VIDEO TAMBANG

Get the Flash Player to see this player.

GREENMINING :

Stop
Play
  • GRUP BUKIT ASAM DAPAT HUTANG   JAKARTA – Anak usaha PT Bukit Asam Tbk, PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), telah menda...
  • PENAMBANG LIAR greenmining-review- Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai potensi sumber daya mineral...
  • TARGET LABA BERSIH BUMN Greenmining* Kementerian BUMN menargetkan laba bersih BUMN sektor pertambangan mencapai Rp4,94 tril...
  • JOIN VENTURE BHP DAN RIO TINTO greenmining-info-BHP Billiton mengumumkan pihaknya telah menandatangani perjanjian dengan Pemerintah...

234 SPESIES BURUNG DI INDONESIA DISINYALIR PUNAH
234 SPESIES BURUNG DI INDONESIA DISINYALIR PUNAH
Aneka jenis burung yang menjadi salah satu keanekaragaman hayati Indonesia ...
PESAN DARI RI 1
PESAN DARI RI 1
greenreview- lingkungan- Sebagai negari hijau yang menjadi pusat paru dunia. ...
UBAH ATURAN DAGANG EKSPOR TIMAH
UBAH ATURAN DAGANG EKSPOR TIMAH
Grenmining- Info- Kementerian Perdagangan (Kemendag) kemungkinan akan mengubah peraturan terkait ...
TARGET PENGURANGAN EMISI KARBON
TARGET PENGURANGAN EMISI KARBON
greenmining-Lingkungan Hidup -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimis Indonesia bakal menjadi ...

INDONESIA WEATHER

sumber: bmg.go.id

Member of Forum RHLBT :