You are here: Home

KEHUTANAN : JANJI PAK MENTERI ?

E-mail Print PDF

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, dan Tim Satgas Anti Mafia Hukum berencana meninjau tempat penampungan kayu (log pon) milik PT Sumalindo Jaya Lestari di Kutai yang diduga menampung 3.300 batang kayu illegal.

" saya rencananya ke Samarinda, Kaltim, untuk mengecek kebenaran adanya kayu illegal yang diduga diterima PT Sumalindo," ujar Zulkifli Hasan usai menerima Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa, di Jakarta

Pengecekan itu, katanya, diperlukan untuk mengetahui kebenaran adanya laporan kayu illegal yang ditampung perusahaan kayu berskala besar tersebut pada 11 Mei 2010 oleh Kepolisian Kutai. "Selain ke Samarinda, saya juga ke Bukit Suharto untuk melihat kasus illegal mining dan mengecek 30.000 batang kayu illegal di Tarakan."

Terkait dengan kasus tersebut, Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Darori, mengatakan, Direktur PT Sumalindo, Lee Yuen Chak, telah menulis surat kepada Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, pada 22 Juni 2010 yang isinya melaporkan kepolisian memeriksa kayu milik pemasok kayu di areal log pon pabrik Medium-density fiberboard (MDF) Sumalindo.

Dalam pelaporannya, lanjut Darori, PT Sumalindo mengakui telah menjalin kerjasama dengan masyarakat untuk membeli kayu dari hutan rakyat. Meskipun demikian, katanya, apabila ada pelanggaran dan penyimpangan, maka pemasok yang harus bertanggung jawab.

Menurutnya, kayu illegal itu sudah berada di log pon milik PT Sumalindo ketika polisi menyegel kayu illegal itu. "Sekarang kayu itu sedang diperiksa. Tapi apakah pelakunya dari PT Sumalindo sudah ditangkap atau siapa pun yang bertanggung jawab, saya belum tahu perkembangannya. Belum ada laporan."

Menurut informasi di lapangan, kata Darori, kayu yang dihanyutkan dalam bentuk rakit itu diamankan polisi. "Tim Kemenhut akan selidiki lagi, tadi menteri dapat laporannya. Polisi masih menduga. Setelah diperiksa dokumennya tentunya kalau ada pelanggaran akan diteruskan."

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bina Produksi Kehutanan (BPK), Hadi Daryanto, menambahkan, jika ada Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) atau dokumennya jelas berarti tak ada yang salah. "Tapi kalau dokumen dengan fisiknya berbeda itu berarti sudah salah, misalnya diameter 30 cm yang dikirim 60 cm. Ya itu salah."

Darori menambahkan, sampai saat ini, Kemenhut masih menunggu hasil pengcekan di lapangan oleh tim Kemenhut dan Satgas untuk menindaklanjuti kasus itu.

"Sekarang kita lihat posisi. Selama belum dimatikan dokumennya masih tanggung jawab penjual/suplier. Kita juga perlu kejelasan ditangkapnya dimana, kalau sudah masuk plywood nah itu tanggung jawab perusahaan. Kalau masih di logpon petugas pemeriksa penerimaan kayu bulat (P3KB)-nya belum mematikan dokumen itu, berarti kayu itu masih tanggung jawab penjual. Jadi masih perlu dilihat lagi."

 


AddThis
Last Updated ( Tuesday, 22 June 2010 20:34 )  
MEET & GREET DI TWNC
MEET & GREET DI TWNC
Sepuluh menit menjelang waktu berbuka puasa.  Tanggal 26/8, kira-kira 3,5 jam setibanya di TWNC (Tambling ...
223
HABITAT PENYU PUN DIJARAH MANUSIA
HABITAT PENYU PUN DIJARAH MANUSIA
Penyu, enggan singgah lagi di Pantai Lampung Barat.  Pasalnya, kondisi pesisir Lampung Barat yang tak ...
55

MAHASISWA IPB OLAH LIMBAH
MAHASISWA IPB OLAH LIMBAH
Mahasiswa IPB berhasil mengolah limbah, yang biasanya dibuang dalam proses pembuatan agar-agar jely.  Kurang lebih “56 ton dari 80 ton bahan baku, untuk pembuatan agar-agar ...
TEMUAN MAHASISWA ITS, SOLUSI IMPOR BBM
TEMUAN MAHASISWA ITS, SOLUSI IMPOR BBM
Indonesia kini menjadi negara pengimpor BBM.  Setelah sebelumnya sempat menjadi pengekspor.  Pasalnya pada Maret 2008.  Kebutuhan BBM Indonesia telah mencapai 1,3 juta ...
BIOREMEDIAL, BASMI PENCEMARAN
BIOREMEDIAL, BASMI PENCEMARAN
Tim peneliti Indonesia, memperkenalkan Teknologi bioremedial ...
BIOREMEDIASI IPB, NETRALKAN AIR ASAM TAMBANG
BIOREMEDIASI IPB, NETRALKAN AIR ASAM TAMBANG
Dosen Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB, ...
LISTRIK ORGANIK
LISTRIK ORGANIK
Sepertinya tidak lazim, untuk menyebut ada listrik ...
ROCK MELON DARI SIRSAT FREEPORT
ROCK MELON DARI SIRSAT FREEPORT
Greenmining - FREEPORT - Rock melon atau melon kuning ...

REKLAMASI TANPA TANAH PUCUK PT LANINDO
REKLAMASI TANPA TANAH PUCUK PT LANINDO
Reklamasi lahan tanpa tanah pucuk, sepertinya mustahil.  Karena Lapisan yang disebut tanah pucuk ini biasanya kaya akan unsur hara.  Dimana tanaman bisa tumbuh subur. ...
PUPUK ORGANIK PT. GREEN PLANET
PUPUK ORGANIK PT. GREEN PLANET
Subur Ijo® adalah pupuk organik, berbentuk butiran dengan kandungan unsur hara lengkap dan Kapasitas Tukar Kation tinggi yang akan meningkatkan unsur hara yang dapat disediakan ...

GREENMINING :

Stop
Play
  • GRUP BUKIT ASAM DAPAT HUTANG   JAKARTA – Anak usaha PT Bukit Asam Tbk, PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), telah menda...
  • PENAMBANG LIAR greenmining-review- Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai potensi sumber daya mineral...
  • TARGET LABA BERSIH BUMN Greenmining* Kementerian BUMN menargetkan laba bersih BUMN sektor pertambangan mencapai Rp4,94 tril...
  • JOIN VENTURE BHP DAN RIO TINTO greenmining-info-BHP Billiton mengumumkan pihaknya telah menandatangani perjanjian dengan Pemerintah...

234 SPESIES BURUNG DI INDONESIA DISINYALIR PUNAH
234 SPESIES BURUNG DI INDONESIA DISINYALIR PUNAH
Aneka jenis burung yang menjadi salah satu keanekaragaman hayati Indonesia ...
PESAN DARI RI 1
PESAN DARI RI 1
greenreview- lingkungan- Sebagai negari hijau yang menjadi pusat paru dunia. ...
UBAH ATURAN DAGANG EKSPOR TIMAH
UBAH ATURAN DAGANG EKSPOR TIMAH
Grenmining- Info- Kementerian Perdagangan (Kemendag) kemungkinan akan mengubah peraturan terkait ...
TARGET PENGURANGAN EMISI KARBON
TARGET PENGURANGAN EMISI KARBON
greenmining-Lingkungan Hidup -Presiden Susilo Bambang Yudhoyono optimis Indonesia bakal menjadi ...

INDONESIA WEATHER

sumber: bmg.go.id

Member of Forum RHLBT :